BNKP dan BNN Gunungsitoli Jajaki Kerjasama

Penanganan masalah narkoba di pulau Nias bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan aparat kepolisian saja, tapi juga menjadi tanggungjawab gereja. BNKP dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Gunungsitoli merasa terpanggil untuk menjajaki kerjasama dalam bentuk sosialisasi kepada warga jemaat tentang bahaya penggunaan narkoba, Gerakan Anti Narkoba.

Ephorus BNKP, Pdt. Tuhoni Telaumbanua, P.hD didampingi Sekkum BNKP, Dorkas Orienti Daeli, M.Th dan segenap kepala biro kantor Sinode BNKP melakukan pertemuan di Aula Sinode BNKP lantai 2 pada Selasa(12/4/2016). Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kompol Faduhusi Arozawato Zendrato, Kepala BNN Gunungsitoli bersama jajarannya.

" BNKP mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang akan dilakukan BNN Gunungsitoli  dalam melakukan sosialisasi, Gerakan Anti Narkoba. Kita memang akan membahas lebih mendalam kerjasama dengan BNN saat Raker Pendeta yang akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2016, " Ujar Tuhoni.

Tuhoni menambahkan, namun demikian Sinode BNKP akan menyurati gereja jemaat BNKP untuk memulai membuat program kegiatan sosialisasi dengan menggandeng BNN Gunungsitoli.

BNKP menanggapi rencana kerjasama ini dengan serius, mengingat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Waseso pernah menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba, mengingat 5,9juta masyarakatnya adalah pengguna narkoba. Selain itu dalam sehari 30-40 meninggal dunia akibat ketergantungan pada narkoba.

Kepala BNN Gunungsitoli, Faduhusi, mengatakan, " BNN Kota Medan baru saja menangkap bandar dan mengamankankan barang bukti hampir 100 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi. Total barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 97,025 kilogram sabu-sabu, 13,696 kilogram atau sama dengan 53.000 butir ekstasi dan 6.000 butir happy five," 

Faduhusi menambahkan, jadi bisa dibayangkan bila barang haram itu masuk ke pulau Nias. Laut kita belum terjaga, sehingga bisa saja narkoba itu masuk dengan leluasa. Tentu ini akan merugikan masyarakat terutama generasi muda masa depan Nias. Untuk itu sosialisasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat juga komunitas pemuda dan lembaga-lembaga sangat penting dilakukan.

" BNN Gunungsitoli membuka diri untuk melakukan sosialisasi tentang Gerakan Anti Narkoba ini kepada siapapun, terutama pemuda dan keluarga muda, warga jemaat Gereja BNKP. Kami juga membuka tangan bagi mereka yang berkenan bergabung dengan kami sebagai relawan, " Pungkasnya.

Selain melakukan kerjasama dalam  bentuk ceramah, BNN Gunungsitoli rencananya juga akan menyebar buku saku, spanduk serta stiker tentang bahaya penggunaan narkoba, Gerakan Anti Narkoba. [turiaBNKP]

Jenis tulisan:
Berita & Kegiatan
Ditulis oleh:
Reni Cahya Mutiasari
Ditayangkan pada:
 
Dilihat
354 kali