Pergulatan Sidang Majelis Sinode BNKP Ke-58 Tahun 2017

... persidangan yang berlangsung selama 5 hari, memberikan semangat baru akan kebijakan program dan pengurus yang baru ...

Tak terasa, Sidang Majelis Sinode BNKP Ke-58 Tahun 2017 telah berlangsung dengan baik dan lancar di bulan yang lalu. Beberapa catatan selama persidangan tersebut yang dapat Tim sajikan secara sederhana adalah meliputi beberapa topik hangat dan kondisi lokasi persidangan yang menjadi tanggung jawab kepanitiaan. Secara umum, persidangan berlangsung dengan semangat pada dua topik, yakni evaluasi (yang sudah berjalan) dan perencanaan (akan datang), baik dari sisi program kegiatan (Program Umum Pelayanan BNKP - PUPB) maupun pelaksananya (seperti namun tidak terbatas pada BPMS dan BPHMS).

Pada hari pertama, setelah Kebaktian Pembukaan dan Acara Peresmian Pembukaan, serta pihak undangan meninggalkan lokasi persidangan, para peserta mulai mengikuti rangkaian persidangan, yang diawali dengan Panel “Situasi Sosial Hukum dan Politik di Indonesia Saat Ini” (Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., Menteri Hukum dan HAM), Ceramah “Pendalaman Tema dan Sub Tema Sidang” (Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), dan Sharing Pengalaman “Mengembangkan Pelayanan Diakonia Holistik GBKP” (Pdt Agustinus Purba, Ketua Moderamen GBKP). Pada malam harinya, dilaksanakan pelantikan 210 Anggota Majelis Sinode 2017-2022 yang dilayani oleh Ketua BPMS 2012-2017.

Pemilihan Majelis Ketua merupakan kegiatan pertama di hari kedua, yang cukup menyita waktu persidangan, mengingat begitu banyaknya pertanyaan, gugatan, dan interupsi yang dilakukan oleh anggota. Dalam pemilihan tersebut, terpilih 7 orang, yaitu Pdt. Drs. Afolo Daeli, M.Min, Pdt. Demia Jauso Wa’u, S.Th, Gr. Jem. Elitinu Hura, S.Pd, SNK. Sidi Adil Harita, S.Sos, Amizaro Waruwu, S.Pd, Normalina, S.Pd.SD, dan Yupiter Mendröfa, SE, MM, dimana Afolo sebagai Koordinator Majelis Ketua. Segera setelah palu persidangan diserahkan Ketua BPMS, Majelis Ketua memimpin persidangan dengan agenda pembahasan dan pengesahan jadwal serta tata tertib persidangan. Mereka inilah yang mengawal seluruh persidangan, sejak pembahasan tata tertib, jadwal, hingga pemilihan BPMS dan BPHMS BNKP.

Selama 3 hari penuh (hari kedua hingga keempat) dapat dikatakan menjadi ruang dinamika pergulatan BNKP dibahas secara serius. Setelah penyampaian laporan BPMS, BPHMS, Badan Pengawas Penatalayanan, dan pemaparan rencana PUPB 2017-2022, anggota majelis memberikan tanggapan, yang setelah ditanggapi secara tersendiri oleh BPMS dan BPHMS, kemudian dilanjutkan dalam diskusi kelompok, sebelum diplenokan pada hari keempat. Ada 7 kelompok yang dibentuk, yang membahas masing-masing tentang (1) marturia, (2) didaskalia, (3) koinonia, (4) diakonia, (5) oikonomia, (6) konfesi dan amandemen tata gereja, dan (7) kesan pesan sidang.

Beberapa hal menjadi pembahasan serius dalam persidangan dan beberapa diantaranya ada yang ditindaklanjuti sebagai rekomendasi pengkajian kepada BPMS, seperti:

  • apresiasi atas capaian kegiatan BPMS dan BPHMS dengan beberapa catatan,
  • PUPB,
  • usia pensiun pendeta antara 60 atau 65 tahun,
  • kriteria tentang pemuda dan guru jemaat, sebab menjadi diskusi hangat dalam keanggotan majelis dan pemilihan BPMS,
  • status Satua Niha Keriso dalam struktur majelis jemaat dan aktifitas pelayanan, serta
  • amandemen Tata Gereja BNKP Tahun 2007 tentang keanggotaan majelis sinode

Persidangan di hari keempat sungguh menguras energi para peserta, sebab diakhiri pada hari Minggu, pukul 05.00 WIB. Meskipun demikian, menjadi catatan penting bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah BNKP,

  • pemilihan Ephrous dan Sekretaris Umum berlangsung secara aklamasi, dan
  • BPHMS terpilih kembali pada periode kedua dengan posisi yang sama

Dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Em. Ys Harefa, STh, sebelum memulai proses pemilihan (penghitungan suara) dimulai, Anggota Majelis Sinode telah memilih 21 orang BPMS Periode Pelayanan 2017-2022 dan 3 orang BPHMS Periode Pelayanan 2017-2022. Pelantikan mereka dilakukan dalam Kebaktian Minggu Jemaat BNKP Yubelium Hilimaziaya, tanggal 09 Juli 2017, pukul 10.00 WIB, yang dilakukan oleh Pdt. Mesiduhu Telaumbanua (Pendeta Jemaat Jakarta, Rresort 45 BNKP), yang menjadi salah satu pendeta aktif yang lama melayani di BNKP. Anggota BPMS tersebut adalah:

NoNamaBPMSKeterangan
1Pdt. Tehesökhi Baene, S.ThKetuaPendeta Resort 10 BNKP
2Pdt. Dorkas Orienti Daeli, M.ThSekretarisBPMS 2012-2017
3Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.SiAnggotaBPMS 2012-2017
4Pdt. Helu'aro Zega, S.ThAnggotaBPMS 2012-2017
5Pdt. Demia Jausö Wa'u, S.ThAnggotaPendeta Resort 43 BNKP
6Pdt. Gustav. G. Harefa, M.ThAnggotaDosen STT BNKP Sundermann
7Pdt. Yunelis Ndraha, M.ThAnggotaDosen STT BNKP Sundermann
8Gr. Jem. Sökhinafaudu Ndruru, A.MaAnggotaGuru Jemaat Jemaat Maranatha, Resort 7 BNKP
9Gr. Jem. Yuniaro TelaumbanuaAnggotaGuru Jemaat Jemaat Ulu Sawö, Resort 30 BNKP
10SNK. dr. Adieli Zega, M.KesAnggotaSNK Jemaat Kota Gunungsitoli, Resort 1 BNKP
11SNK. Drs. Sozifao Hia, MMAnggotaSNK Jemaat Efrata Pangkalan Kerinci, Resort 57 BNKP
12SNK. Oneyus HalawaAnggotaSNK Jemaat Moi, Resort 23 BNKP
13SNK. Sidi Adil Harita, S.SosAnggotaSNK Jemaat Rebeneck, Resort 8 BNKP
14SNK. Yatieli Zega, M.Pd.KAnggotaSNK Jemaat Bo'usö, Resort 29 BNKP
15Rosana Poluan, Am.KebAnggotaPerempuan Jemaat Kota Lahewa, Resort 35 BNKP
16Suniati GulöAnggotaPerempuan Jemaat Hiliamaigila, Resort 24 BNKP
17Lestarman Gulö, SHAnggotaPemuda Jemaat Sihare'ö, Resort 26 BNKP
18Suarmanto Laia, S. KomAnggotaPemuda Jemaat Marindal, Resort 42 BNKP
19Amizaro Waruwu, S.PdAnggotaWarga Jemaat Fadoro Sa'ua, Resort 37 BNKP
20Drs. Edward Zega, B.Sc.AnggotaBPMS 2012-2017
21Ir. Idealis Lase, MMAnggotaWarga Jemaat Tangerang, Resort 45 BNKP

Dan BPHMS terpilih adalah:

NoNamaBPHMS
1Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.SiEphorus
2Pdt. Dorkas Orienti Daeli, M.ThSekretaris Umum
3Pdt. Helu'aro Zega, S.ThBendahara Umum

Selama persidangan, para peserta, yakni anggota majelis, konsultan, peninjau, dan sekretariat Kantor Sinode BNKP, merasakan begitu lancar, aman, dan kondusifnya persidangan. Fakta ini dirasakan sebagai aksi nyata dan dukungan Panitia Pelaksana Persidangan, yang selalu standby dan sigap. Listrik yang beberapa kali listrik mati tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti persidangan. Seksi konsumsi juga sangat profesional dalam mendukung keberlangsungan stamina peserta, dimana ruang konsumsi dan proses pembagian snack sangat memuaskan. Kepastian dan kelancaran pada transportasi dan akomodasi sungguh berperan dalam menjaga ritme materi persidangan serta kebutuhan istrahat yang cukup bagi peserta. Kesan mendalam peserta atas keramahan dan kemampuan panitia menjadi salah satu kenangan yang dibawa ke jemaat masing-masing, bahwa persidangan berlangsung dengan indah, akrab, lancar, dan aman. [Damai Ceria Ndruru dan Tim]

Koleksi gambar untuk tulisan ini
Jenis tulisan:
Berita & Kegiatan
Ditulis oleh:
Damai Ceria Ndruru dan Tim
Ditayangkan pada:
 
Dilihat
50 kali